<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tukang Kompor</title>
	<atom:link href="http://tukangkompor.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tukangkompor.wordpress.com</link>
	<description>teruslah bergerak dan selalu TAFAKKUR</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 May 2010 07:34:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tukangkompor.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c1c7dcdd0452ef0e6ec65d84211cc7bd?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Tukang Kompor</title>
		<link>http://tukangkompor.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tukangkompor.wordpress.com/osd.xml" title="Tukang Kompor" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tukangkompor.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aksi Memalukan Pada Pesta Kelulusan, Buah Dari Pendidikan Sekuler</title>
		<link>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/05/05/aksi-memalukan-pada-pesta-kelulusan-buah-dari-pendidikan-sekuler/</link>
		<comments>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/05/05/aksi-memalukan-pada-pesta-kelulusan-buah-dari-pendidikan-sekuler/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 07:33:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tukang Kompor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik Kompor]]></category>
		<category><![CDATA[kelulusan]]></category>
		<category><![CDATA[pesta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkompor.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Syabab.Com &#8211; Pesta kelulusan ujian nasional (UN) siswa SMA/MA/SMK yang terjadi secara serentak di seluruh Indonesia, pada hari Senin (26/4) dirayakan secara tak lazim. Kejadian yang terus berulang setiap tahun saat merayakan kelulusan dengan himbauan untuk tidak corat-coret baju dan turun jalan saat merayakan kelulusan nampaknya tak dihiraukan beberapa pelajar Indonesia. Di beberapa kota, para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=40&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/05/akonvoi-gansterpelajar.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-41" title="akonvoi-gansterpelajar" src="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/05/akonvoi-gansterpelajar.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Syabab.Com</strong> &#8211; Pesta kelulusan ujian nasional (UN)  siswa SMA/MA/SMK yang terjadi secara serentak di seluruh Indonesia, pada  hari Senin (26/4) dirayakan secara tak lazim. Kejadian yang terus  berulang setiap tahun saat merayakan kelulusan dengan himbauan untuk  tidak corat-coret baju dan turun jalan saat merayakan kelulusan  nampaknya tak dihiraukan beberapa pelajar Indonesia.<span id="more-40"></span></p>
<p>Di beberapa kota, para pelajar justru tetap mengadakan aksi  corat-coret, bahkan terbilang diluar kewajaran dengan aksi membuka  jilbabnya hingga ada sejumlah siswa yang merayakannya dengan mabuk  minuman keras, penjarahan hingga aksi mesum yang dilakukan sesama  pelajar. Contohnya adalah aksi merayakan pengumuman kelulusan pelajar  Pamekasan dengan membuka jilbab mewarnai konvoi kelulusan siswa/siwi  SMA/MA dan SMK di Pamekasan, Madura, Jawa Timur,  hari Senin. Siswi yang  biasanya diharuskan menggunakan jilbab, saat konvoi tidak lagi  menggunakan jilbab. Bahkan jilbab para siswi ini dijadikan bendera  sambil berboncengan dengan teman laki-laki mereka. Para siswi ini juga  merayakan kelulusan dengan menggunting rok.</p>
<p>Selain itu aksi  konvoi siswa sejumlah SMA dan SMK juga merayakan kelulusan berujung pada  tindakan penjarahan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang  Jalan Trunojoyo. Para pelajar tersebut langsung mengambil berbagai jenis  makanan ringan dan minuman yang dijual PKL di sepanjang jalan tersebut.  Masih di Jawa Timur, sejumlah pelajar pun tepergok pesta minuman keras  (miras) di objek wisata Pantai Pathek, Situbondo. Satuan Dalmas Polres  Situbondo berhasil mengamankan 6 orang berinisial AY, PJ, Oi, YM, DD,  dan Yud (kesemuanya adalah pelajar SMK) dan seorang pria nonpelajar  yakni NR. polisi juga berhasil menyita 10 botol miras jenis anggur  merah, 2 botol di antaranya sudah diminum (<em>suarakarya-online</em>,  27/4/2010)</p>
<p>Demikian halnya  di Surabaya, aksi konvoi sejumlah  siswa yang berakhir di kawasan wisata Pantai Kenjeran, Surabaya, tempat  wisata yang selama ini sudah dikenal sebagai area perbuatan mesum  dijadikan tempat untuk perbuatan maksiat. hal ini terlihat sejumlah  siswa masih menggunakan baju yang dicorat-coret duduk berpasang-pasangan  berpegangan tangan dan berciuman tanpa malu. Begitu juga di Taman  Bungkul, Surabaya. Sejumlah pelajar tampak menutupi seragamnya dengan  jaket (<em>suarakarya-online</em> 27/4/2010). Fakta tersebut sejatinya  memberikan gambaran bahwa pendidikan di Indonesia belum mampu  menghasilkan siswa yang berkepribadian Islam. Lalu apa masalah mendasar  dalam pendidikan Indonesia saat ini?</p>
<p><strong>Masalah Mendasar :  Sekulerisme Sebagai Paradigma Pendidikan</strong></p>
<p>Sesungguhnya  diakui atau tidak, sistem pendidikan kita adalah sistem pendidikan yang  sekular-materialistik. Hal ini dapat dibuktikan antara lain pada UU  Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang dan jenis  pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi: Jenis pendidikan  mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi,  keagaman, dan khusus.</p>
<p>Dari pasal ini tampak jelas adanya dikotomi  pendidikan, yaitu pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem  pendidikan dikotomis semacam ini terbukti telah gagal melahirkan manusia  shalih yang berkepribadian Islam sekaligus mampu menjawab tantangan  perkembangan melalui penguasaan sains dan teknologi.</p>
<p>Secara  kelembagaan, sekularisasi pendidikan tampak pada pendidikan agama  melalui madrasah, institut agama dan pesantren yang dikelola oleh  Kementerian Agama; sementara pendidikan umum melalui sekolah dasar,  sekolah menengah, kejuruan serta perguruan tinggi umum dikelola oleh  Kementerian Pendidikan Nasional. Terdapat kesan yang sangat kuat bahwa  pengembangan ilmu-ilmu kehidupan (iptek) dilakukan oleh Kemendiknas dan  dipandang sebagai tidak berhubungan dengan agama. Pembentukan karakter  siswa yang merupakan bagian terpenting dari proses pendidikan justru  kurang tergarap secara serius. Agama ditempatkan sekadar sebagai salah  satu aspek yang perannya sangat minimal, bukan menjadi landasan dari  seluruh aspek kehidupan.</p>
<p>Hal ini juga tampak pada BAB X pasal 37  UU Sisdiknas tentang ketentuan kurikulum pendidikan dasar dan menengah  yang mewajibkan memuat sepuluh bidang mata pelajaran dengan pendidikan  agama yang tidak proposional dan tidak dijadikan landasan bagi bidang  pelajaran yang lainnya.</p>
<p>Ini jelas tidak akan mampu mewujudkan  anak didik yang sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional sendiri,  yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta  didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan  spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak  mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa  dan negara. Kacaunya kurikulum ini tentu saja berawal dari asasnya yang  sekular, yang kemudian mempengaruhi penyusunan struktur kurikulum yang  tidak memberikan ruang semestinya bagi proses penguasaan tsaqâfah Islam  dan pembentukan kepribadian Islam.</p>
<p>Pendidikan yang  sekular-materialistik ini memang bisa melahirkan orang pandai yang  menguasai sains-teknologi melalui pendidikan umum yang diikutinya. Akan  tetapi, pendidikan semacam itu terbukti gagal membentuk kepribadian  peserta didik dan penguasaan tsaqâfah Islam. Berapa banyak lulusan  pendidikan umum yang tetap saja ‘buta agama’ dan rapuh kepribadiannya?  Sebaliknya, mereka yang belajar di lingkungan pendidikan agama memang  menguasai tsaqâfah Islam dan secara relatif sisi kepribadiannya tergarap  baik. Akan tetapi, di sisi lain, ia buta terhadap perkembangan sains  dan teknologi.<br />
Jadi, pendidikan sekular memang bisa membikin orang  pandai, tapi masalah integritas kepribadian atau perilaku, tidak ada  jaminan sama sekali. Sistem pendidikan sekular itu akan melahirkan insan  pandai tapi buta atau lemah pemahaman agamanya. Lebih buruk lagi, yang  dihasilkan adalah orang pandai tapi korupsi. Profesional tapi bejat  moral. Ini adalah out put umum dari sistem pendidikan sekular.</p>
<p><strong>Menggagas  Sistem Pendidikan Islam</strong></p>
<p>Sistem pendidikan Islam  merupakan solusi mendasar untuk mengganti sistem pendidikan sekuler saat  ini. Tujuan Pendidikan Islam merupakan upaya sadar, terstruktur,  terprogram, dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk manusia yang  berkarakter, yakni:</p>
<p><em>Pertama,</em> berkepribadian Islam. Ini  merupakan konsekuensi keimanan seorang Muslim. Intinya, seorang Muslim  harus memiliki dua aspek yang fundamental, yaitu pola pikir (&#8216;aqliyyah)  dan pola jiwa (nafsiyyah) yang berpijak pada akidah Islam. Untuk  mengembangkan kepribadian Islam, paling tidak, ada tiga langkah yang  harus ditempuh, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw, yaitu:</p>
<ol>
<li>Menanamkan  akidah Islam kepada seseorang dengan cara yang sesuai dengan kategori  akidah tersebut, yaitu sebagai &#8216;aqîdah &#8216;aqliyyah; akidah yang muncul  dari proses pemikiran yang mendalam.</li>
<li>Menanamkan sikap konsisten  dan istiqâmah pada orang yang sudah memiliki akidah Islam agar cara  berpikir dan berprilakunya tetap berada di atas pondasi akidah yang  diyakininya.</li>
<li>Mengembangkan kepribadian Islam yang sudah  terbentuk pada seseorang dengan senantiasa mengajaknya untuk  bersungguh-sungguh mengisi pemikirannya dengan tsaqâfah islâmiyyah dan  mengamalkan ketaatan kepada Allah SWT.</li>
</ol>
<p><em>Kedua,</em> menguasai tsaqâfah Islam. Islam telah mewajibkan setiap Muslim untuk  menuntut ilmu. Berdasarkan takaran kewajibannya, menurut al-Ghazali,  ilmu dibagi dalam dua kategori, yaitu:</p>
<ol>
<li>Ilmu yang termasuk<em> fardhu &#8216;ain</em> (kewajiban individual), artinya wajib dipelajari  setiap Muslim, yaitu tsaqâfah Islam yang terdiri dari konsepsi, ide, dan  hukum-hukum Islam; bahasa Arab; sirah Nabi saw, Ulumul Quran, Tahfizh  al-Quran, ulumul hadis, ushul fikih, dll.</li>
<li>Ilmu yang  dikategorikan <em>fadhu kifayah</em> (kewajiban kolektif); biasanya  ilmu-ilmu yang mencakup sains dan teknologi serta ilmu  terapan-keterampilan, seperti biologi, fisika, kedokteran, pertanian,  teknik, dll.</li>
</ol>
<p><em>Ketiga,</em> menguasai ilmu kehidupan  (IPTEK). Menguasai IPTEK diperlukan agar umat Islam mampu mencapai  kemajuan material sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah  Allah di muka bumi dengan baik. Islam menetapkan penguasaan sains  sebagai fardlu kifayah, yaitu jika ilmu-ilmu tersebut sangat diperlukan  umat, seperti kedokteran, kimia, fisika, industri penerbangan, biologi,  teknik, dll.</p>
<p><em>Keempat, </em>memiliki keterampilan yang memadai.  Penguasaan ilmu-ilmu teknik dan praktis serta latihan-latihan  keterampilan dan keahlian merupakan salah satu tujuan pendidikan Islam,  yang harus dimiliki umat Islam dalam rangka melaksanakan tugasnya  sebagai khalifah Allah SWT. Sebagaimana penguasaan IPTEK, Islam juga  menjadikan penguasaan keterampilan sebagai fardlu kifayah, yaitu jika  keterampilan tersebut sangat dibutuhkan umat, seperti rekayasa industri,  penerbangan, pertukangan, dan lainnya.</p>
<p>Demikianlah tujuan dari  pendidikan dalam Islam, sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim  sudah seharusnya Indonesia mengambil Islam sebagai aturan bernegara  termasuk  di bidang pendidikan bukan menerapkan sistem  sekulerisme-liberalisme dalam bidang pendidikan yang terjadi saat ini.  Karenanya sudah saatnya negeri ini menerapkan sistem pendidikan Islam  sehingga akan lahirlah generasi yang beriman &amp; bertaqwa serta  memiliki kemampuan dalam bidang sains dan teknologi (IPTEK) untuk  kemajuan umat dan negeri ini. Semoga! [opini/syabab.com]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangkompor.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangkompor.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangkompor.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangkompor.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tukangkompor.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tukangkompor.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tukangkompor.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tukangkompor.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangkompor.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangkompor.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangkompor.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangkompor.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangkompor.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangkompor.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=40&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/05/05/aksi-memalukan-pada-pesta-kelulusan-buah-dari-pendidikan-sekuler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc7466ea6f3caee00f9a2680a69456de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukang kompor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/05/akonvoi-gansterpelajar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">akonvoi-gansterpelajar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rezim Bangladesh Izinkan Kaum Musyrik India Tumpahkan Darah Kaum Muslim</title>
		<link>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/03/25/rezim-bangladesh-izinkan-kaum-musyrik-india-tumpahkan-darah-kaum-muslim/</link>
		<comments>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/03/25/rezim-bangladesh-izinkan-kaum-musyrik-india-tumpahkan-darah-kaum-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 11:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tukang Kompor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik Kompor]]></category>
		<category><![CDATA[Bangladesh]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Izinkan]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Rezim]]></category>
		<category><![CDATA[Tumpahkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkompor.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Syabab.Com &#8211; Beberapa waktu lalu, pasukan penjaga perbatasan India (BSF) melanggar perbatasan dengan Bangladesh dan melakukan serangan di Jaintapur distrik Sylhet yang menyebabkan lebih dari 30 orang muslim Bangladesh terluka (14/03/2010). Sebelum kejadian itu, pasukan penjaga perbatasan India telah menginvasi salah satu desa Bangladesh yaitu Mondir Tila di perbatasan kedua negara dan melakukan kerusakan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=36&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/03/bangladesh_map12.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-37" title="bangladesh_map12" src="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/03/bangladesh_map12.gif?w=239&#038;h=300" alt="" width="239" height="300" /></a>Syabab.Com</strong> &#8211; Beberapa waktu lalu, pasukan penjaga  perbatasan India (BSF) melanggar perbatasan dengan Bangladesh dan  melakukan serangan di Jaintapur distrik Sylhet yang menyebabkan lebih  dari 30 orang muslim Bangladesh terluka (14/03/2010). Sebelum kejadian  itu, pasukan penjaga perbatasan India telah menginvasi salah satu desa  Bangladesh yaitu Mondir Tila di perbatasan kedua negara dan melakukan  kerusakan di sana. Akibatnya penduduk di daerah perbatasan di Jaintapur  terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka karena serangan mendadak  oleh pasukan penjaga perbatasan India itu.</p>
<p>Media massa Bangladesh menyebutkan bahwa pasukan penjaga perbatasan  India telah mempersiapkan serangan itu sejak lebih dari satu setengah  bulan sebelumnya. Namun kesiapan dan reaksi pemerintah Bangladesh sama  sekali tidak mengikuti moto politik luar negeri Bangladesh “Persahabatan  kepada semua dan tidak ada kebencian kepada seorang pun”.<span id="more-36"></span></p>
<p>Panglima  pasukan penjaga perbatasan Bangladesh (BDR), mayor jenderal Mainul  Islam pada tanggal 2 Maret 2010 meninjau wilayah terjadinya insiden. Ia  meminta masyarakat di sana agar tetap sabar. Setelah itu pemerintah  Bangladesh mengutusnya ke Delhi dalam sebuah kunjungan diplomatik ke  India. Ia melawat ke India antara 7-11 Maret 2010 M dan bertemu dengan  Direktur Jenderal Pasukan Penjaga Perbatasan India (BSF), Raman  Srivastab, dan mengeluarkan keterangan pers bersama yang di dalamnya  dinyatakan, “Pasukan penjaga perbatasan tidak memiliki hak untuk  menyerang warga sipil tak berdosa yang tinggal di perbatasan”.</p>
<p>Dengan  itu artinya pasukan penjaga perbatasan India diberi lisensi untuk  membunuh warga Bangladesh di perbatasan jika diragukan termasuk warga  sipil tak berdosa. Sungguh menarik, pasukan penjaga perbatasan India  dibiarkan memutuskan seseorang bersalah atau “tak bersalah”. Setelah  pers release itu sebanyak 50 orang personel pasukan penjaga perbatasan  India melanggar perbatasan di Protappur distrik Sylhet dan menggali 14  bunker serta mengambil posisi dengan artileri berat di wilayah kekuasaan  Bangladesh.</p>
<p>Terhadap perkembangan serius dan invasi yang  dilakukan oleh pihak India itu, menteri dalam negeri Bangladesh, Sahara  Khatun, pada tanggal 14 Maret 2010, tiga jam setelah kejadian  mengatakan, “Saya tidak tahu perkembangan itu, saya akan minta  penjelasan tentangnya, dan jika berita-berita itu benar maka itu akan  menjadi berita yang tidak menyenangkan’.</p>
<p>Menteri luar negeri  Bangladesh, Dr. Dipu Moni, juga membuat komentar tidak bertanggung jawab  yang sama. Ia mengatakan, “Itu adalah kejadian insidental”. Lebih buruk  lagi, sementara kejadian itu berlangsung, pada waktu yang sama panglima  militer Angkatan Bersenjata Bangladesh, jenderal Abdul Mubin justru  sedang berada di India dalam lawatannya selama lima hari.</p>
<p>Beberapa  bulan lalu, pada bulan Januari sementara perdana menteri Sheikh Hasina  melawat ke India, pasukan penjaga perbatasan India membunuh dua orang  warga Bangaldesh pada hari yang sama di mana perdana menteri kedua  negara membicarakan komunike bersama yang menyetujui dibentuknya  kerangka kerjasama menyeluruh.</p>
<p>Dalam keterangannya, Muhammad  Al-Ma&#8217;mun, Anggota Hizbut Tahrir Bangladesh mengatakan bahawa pembunuhan  dan agresi oleh pasukan penjaga perbatasan India terus saja terjadi di  berbagai daerah perbatasan. Serangan itu merupakan kejadian yang kontinu  dan berulang, sama sekali bukan kejadian insidental belaka.</p>
<p>Data  statistik memastikan kebohongan para menteri itu. Menurut dokumen yang  dikeluarkan oleh organisasi HAM, sebanyak 843 orang muslim telah  terbunuh, 846 orang terluka dan 895 wanita diperkosa oleh pasukan  penjaga perbatasan India dalam jangka waktu antara 01 Januari 2000  hingga 28 Februari 2010. Ironisnya sejauh ini hanya 1582 orang tentara  AS dan NATO yang tewas di Afganistan sejak 2001. Sementara yang disebut  negara sahabat telah membunuh 843 warga Bangladesh dan pemerintah  Bangladesh masih saja menyebutnya sebagai kejadian insidental.</p>
<p>Terlebih  lagi, angka itu meningkat drastis selama periode pemerintahan Sheikh  Hasina sekarang ini. Pada tahun 2009 saja sebanyak 209 orang muslim  terbunuh, 79 orang terluka, 25 orang diculik, 92 orang hilang dan  sebanyak 11 orang penduduk India berbahasa Bengali telah dipaksa masuk  ke Bangladesh oleh pasukan penjaga perbatasan India selama periode  tersebut.</p>
<p>Meskipun faktanya seperti itu, menteri dalam negeri  Bangladesh pada tangal 16 Maret 2010 M di hadapan Parlemen Bangladesh  telah berbohong tentang jumlah kaum muslim Bangladesh yang dibunuh oleh  pasukan penjaga perbatasan India. Ia mengklaim bahwa jumlah yang tewas  tidak lebih dari 68 orang pada tahun ini. Tampak bahwa pemerintahan ini  bukan hanya mengabaikan pelaksanaan kewajibannya untuk melindungi  masyarakat dari serangan India saja, bahkan pemerintahan ini juga telah  gagal hingga dalam menggali informasi secara akurat.</p>
<p>Jika salah  seorang pejabat pemerintahan sekuler Sheikh Hasina, antek kaum musyrik,  ditanya: Berapa orang dari kaum muslim yang harus terbunuh dan terluka  oleh pasukan penjaga perbatasan India hingga India disifati sebagai  musuh dan agresor? Kapan akan diberikan instruksi kepada pasukan penjaga  perbatasan Bangladesh (BDR) untuk mengambil strategi ofensif dan  memaksa pasukan penjaga perbatasan India mengambil sikap defensif? Maka  jawabnya adalah bahwa hakikat pemerintahan Sheikh Hasina saat ini, sama  seperti pemerintahan Khaleda Zia sebelumnya, mengorbankan darah dan  kekayaan kaum muslim untuk melanggengkan persahabatan mereka dengan kaum  salibis dan kaum musyrik agar mereka tetap bertahan di singgasana  kekuasaan mereka.</p>
<p>Slogan perubahan yang diusung oleh Sheikh  Hasina tidak lain hanyalah kebohongan. Dia sejak dahulu hingga sekarang  telah dan terus berkeras menyenangkan tuan-tuannya para pejabat India,  hingga meski harga untuk itu adalah kaum mulim diculik, darah mereka  ditumpahkan dan wanita-wanita mereka diperkosa!</p>
<p>Umat Islam tidak  akan menaruh belas kasihan kepada para pembohong dan pengkhianat itu.  Dan India akan diberi pelajaran historis pada saat daulah Khilafah  berdiri dalam waktu dekat atas izin dari Allah SWT, demikian dijelaskan  oleh Muhammad Al-Ma&#8217;mun, anggota Hizbut Tahrir Bangladesh.  [m/htipress/syabab.com]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangkompor.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangkompor.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangkompor.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangkompor.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tukangkompor.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tukangkompor.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tukangkompor.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tukangkompor.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangkompor.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangkompor.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangkompor.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangkompor.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangkompor.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangkompor.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=36&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/03/25/rezim-bangladesh-izinkan-kaum-musyrik-india-tumpahkan-darah-kaum-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc7466ea6f3caee00f9a2680a69456de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukang kompor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/03/bangladesh_map12.gif?w=239" medium="image">
			<media:title type="html">bangladesh_map12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Valentine’s Day &#8220;Hari Kesyirikan&#8221;&#8230;.???</title>
		<link>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/20/valentine%e2%80%99s-day-hari-kesyirikan/</link>
		<comments>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/20/valentine%e2%80%99s-day-hari-kesyirikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 04:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tukang Kompor</dc:creator>
				<category><![CDATA[gado-gado kompor]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[coklat]]></category>
		<category><![CDATA[day]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkompor.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[6 Kerusakan Valentine’s Day Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=25&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/vd.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-26" title="VD" src="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/vd.jpg?w=450&#038;h=450" alt="" width="450" height="450" /></a>6 Kerusakan Valentine’s Day</strong></p>
<p><!-- img blog-->Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</p>
<p>Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari Valentine  (bahasa Inggris: Valentine’s day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.<span id="more-25"></span><br />
<strong>Cikal Bakal Hari Valentine</strong></p>
<p>Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.</p>
<p>Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).</p>
<p><strong>Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine</strong></p>
<p>The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.</p>
<p>Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.</p>
<p>Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).</p>
<p>Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)</p>
<p>Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:</p>
<ol>
<li>Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.</li>
<li>Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.</li>
<li>Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.</li>
<li>Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.</li>
</ol>
<p>Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.</p>
<p>Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari Valentine.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir</span></strong></p>
<p>Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.”</em> (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)</p>
<p>Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”</em> (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman </span></strong></p>
<p>Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا</p>
<p><em>“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”</em> (QS. Al Furqon [25]: 72)</p>
<p>Ibnul Jauziy dalam Zaadul Maysir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.</p>
<p>Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti</strong></span></p>
<p>Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.</p>
<p>Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ</p>
<p><em>“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”</em></p>
<p>Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,</p>
<p>مَا أَعْدَدْتَ لَهَا</p>
<p><em>“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”</em></p>
<p>Orang tersebut menjawab,</p>
<p>مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ</p>
<p><em>“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”</em></p>
<p>Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,</p>
<p>أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ</p>
<p><em>“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” </em>(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,</p>
<p>فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ</p>
<p><em>“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”</em></p>
<p>Anas pun mengatakan,</p>
<p>فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ</p>
<p><em>“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”</em></p>
<p>Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?</p>
<p>Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">“Valentine”<strong> </strong></span>sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: <span style="color:#ff0000;">“Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”</span>. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.</strong></span></p>
<p>Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina</strong></span></p>
<p>Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.</p>
<p>Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.</p>
<p>Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”</em> (QS. Al Isro’ [17]: 32)</p>
<p>Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan</span></strong></p>
<p>Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,</p>
<p>وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” </em>(QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari <span style="color:#ff0000;"><strong>paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan</strong></span>. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: <span style="color:#0000ff;"><strong>“Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”</strong></span></p>
<p>Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala.  Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.</p>
<p>Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</p>
<p>Panggang, Gunung Kidul, 12 Shofar 1430 H<br />
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya</p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal<br />
Artikel www.muslim.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangkompor.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangkompor.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangkompor.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangkompor.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tukangkompor.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tukangkompor.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tukangkompor.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tukangkompor.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangkompor.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangkompor.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangkompor.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangkompor.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangkompor.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangkompor.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=25&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/20/valentine%e2%80%99s-day-hari-kesyirikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc7466ea6f3caee00f9a2680a69456de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukang kompor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/vd.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">VD</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KCB (Ketika Cinta Berjihad)</title>
		<link>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/20/kcb-ketika-cinta-berjihad/</link>
		<comments>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/20/kcb-ketika-cinta-berjihad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 00:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tukang Kompor</dc:creator>
				<category><![CDATA[gado-gado kompor]]></category>
		<category><![CDATA[berjihad]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ideologis]]></category>
		<category><![CDATA[KCB]]></category>
		<category><![CDATA[ketika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkompor.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Menikah..??&#8221; &#8220;Ya?&#8221; &#8220;Tentu.&#8221; Jawab Ayesha tanpa ragu. &#8220;Pertimbangkan dulu. Jangan cepat ambil keputusan.&#8221; Bibinya berkata benar. Ayesha sedikit tersipu, tangannya membenahi abaya yang dipakainya dengan rikuh. &#8220;Dengan siapa, Ammah?&#8221; Wajah lembut itu tiba-tiba mengeras. Kedua matanya mendadak menyembung. Mungkin karena airmata yang siap turun, entah kenapa. Luapan bahagiakah, karena keponakan yang diurusnya sejak kecil ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=14&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/syahid1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-23" title="Syahid" src="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/syahid1.jpg?w=450&#038;h=450" alt="" width="450" height="450" /></a>&#8220;Menikah..??&#8221;<br />
&#8220;Ya?&#8221;<br />
&#8220;Tentu.&#8221; Jawab Ayesha tanpa ragu.<br />
&#8220;Pertimbangkan dulu. Jangan cepat ambil keputusan.&#8221;<br />
Bibinya berkata benar. Ayesha sedikit tersipu, tangannya membenahi abaya yang<br />
dipakainya dengan rikuh.<br />
&#8220;Dengan siapa, Ammah?&#8221;<span id="more-14"></span><br />
Wajah lembut itu tiba-tiba mengeras. Kedua matanya mendadak menyembung. Mungkin<br />
karena airmata yang siap turun, entah kenapa. Luapan bahagiakah, karena keponakan yang diurusnya sejak kecil ini, akhirnya ada yang meminang?<br />
Ayesha menunggu jawaban dari amahnya. Tapi beberapa kejap hanya dilalui gelombang senyap.<br />
&#8220;Ammah?.dengan siapa?&#8221;<br />
Pandangan tajam wanita berumur itu menembus bola mata Ayesha. Seperti menimbang-nimbang kesiapan keponakan yang dicintainya itu, menikah. Ayesha membalas pandang, lebih karena ia tak mengerti kenapa pernikahan, kalau memang<br />
itu yang akan terjadi padanya, tak disambut ammah dengan riang, seperti pernikahan pada umumnya.<br />
&#8220;Dengan Ayyash!&#8221;<br />
&#8220;Ayyash..?? &#8220;<br />
Ammah mengangguk.<br />
Wajahnya pucat, namun terkesan lega. Biarlah? biarlah Ayesha yang memutuskan, ini hidupnya. Suara hati wanita itu bicara. Di depannya tubuh Ayesha seperti kaku. Seolah tak percaya. Senang, tapi juga tahu apa yang akan dihadapinya. Berita itu mungkin benar. Yang jadi pertanyaan, siapkah dia..?<br />
&#8220;Kau pikirkanlah dulu. Ya..? Ia memberi waktu sampai tiga hari. Katanya lebih cepat, lebih baik.&#8221;<br />
Ayesha masih tak bergerak. Pandangannya menembus jendela, menyisiri rumah-rumah di lingkungannya, dan debu tebal yang terembus dijalan.<br />
Pernikahan?.sungguh penantian semua gadis. Dengan Ayyash pula, siapa yang keberatan..??<br />
Tapi semuapun tahu, apa arti sebuah pernikahan di Palestina. Tantangan, perjuangan lain yang membutuhkan kesiapan lebih besar. Terutama bagi setiap gadis, yang menikahi pemuda pejuang macam Ayyash!</p>
<p>Dulu sekali, sewaktu kecil, ia tak memungkiri, kerap memperhatikan Ayyash dan teman-temannya dari balik kerudung yang biasa ditutupkannya ke wajah, jika mereka kebetulan berpapasan. Mereka bertetangga. Begitulah Ayesha mengenal Ayyash, dan melihat bocah lelaki yang usianya lebih tua lima tahun darinya, tumbuh dewasa. Ayah Ayyash salah satu pemegang pimpinan tertinggi di Hamas, sebelum tewas dalam aksi penyerangan markas tentara Israel. Ibunya, memimpin para wanita Palestina dalam berbagai kesempatan, mencegat dan mengacaukan barisan tentara Yahudi, yang sedang melakukan pengejaran atas pejuang Intifadah.<br />
Mereka biasa muncul tiba-tiba dari balik tikungan yang sepi, atau memadat di pasar-pasar, dan menyulitkan pasukan Israel yang mencari penyusup. Bukan tanpa resiko, karena semuapun tahu, para tentara itu tak menaruh kasih pada perempuan atau anak-anak. Para perempuan yang bergabung, menyadari betul apa yang mereka hadapi. Terkena tamparan atau tendangan, bahkan popor senapan, hingga tubuh mengucurkan darah, bahkan terlepasnya nyawa, adalah taruhannya.<br />
Ayesha sejak lima tahun lalu, tak pernah meninggalkan satu kalipun aksi yang diadakan. Ia iri dengan para lelaki yang mendapat kesempatan lebih memegang senjata. Itu sebabnya kemudian gadis berkulit putih kemerahan itu, tak ingin kehilangan kesempatan jihadnya, sejak usia balita.<br />
Tiga tahun lalu, ketika ibunda Ayyash syahid, dalam suatu aksinya, setelah sebuah peluru mendarat di dahinya, mereka semua datang, juga Ayesha, untuk menyalatkan wanita pejuang itu. Pedihnya kehilangan ummi, Ayesha menyadari perasaan berduka yang bagaimanapun memang manusiawi. Begitu kagumnya ia melihat ketegaran Ayyash, mengatur semua prosesi, hinga tanah menutup dan memisahkannya dari bunda tercinta. Tak ada sedu sedan, tak ada air mata. Hanya doa yang terucap tak putus. Begitulah Ayyash menghadapi kehilangan abi, saudara-saudara lelakinya, adik perempuannya yang paling kecil, lalu terakhir ummi yang dikasihi. Begitu pula yang dipahami Ayesha, cara pejuang menghadapi kematian keluarga yang mereka cintai. Dan kini, Ayesha dua puluh dua tahun. Masih menyimpan pendar kekaguman dan simpati yang sama bagi Ayyash. Bocah lelaki bermata besar itu sudah menjelma menjadi lelaki gagah, dengan kulit merah kecoklatan, hidungbangir, dan mata setajam elang. Semangat perjuangan dan ketabahan lelaki itu sungguh luar biasa.<br />
Sewaktu dua abangnya melakukan aksi bom bunuh diri, meledakkan gudang logistik<br />
Israel, ia hanya mengucap innalillahi, sebelum bangkit bangkit dan menggemakan Allahu Akbar, saat memasuki rumah, dan mengabarkan berita itu pada umminya. Lalu ketika Fatimah, adiknya yang berpapasan dengan tentara, diperkosa, dan dibunuh seblum dilemparkan dijalan dengan tubuh tercabik-cabik. Ayyash masih setabah sebelumnya. Padahal siapapun tahu, cintanya pada Fatimah, bungsu di keluarga mereka. Ayesha tak mengerti, terbuat dari apa hati lelaki itu. Setelah semua kehilangan, tak ada dendam yang lalu membuatnya menyerang membabi buta, atau meluapkan amarah dengan makian kotor. Ayyash menerima semua itu dengan keikhlasan luar biasa. Hanya matanya yang sesekali masih berkilat, saat ada yang menyebut nama adiknya. Diluar itu, hanya keshalihan, dan ketaatannya pada koordinasi gerak Hamas, yang kian bertambah. Begitu, dari hari ke hari.</p>
<p>Mereka berhadapan. Pertama kali dalam hidupnya ia bisa bebas menatap wajah lelaki itu dari jarak dekat. Ayyash yang tenang, Hanya bibirnya yang menyunggingkan senyum lebih sering, sejak ijab kabul diucapkan, meresmikan keberadaan keduanya.<br />
Ayyash yang tenang dan hati Ayesha yang bergemuruh. Bukan saja karena kebahagiaan yang meluap-luap, tapi oleh sesuatu yang lain. Sebetulnya hal itu ingin disampaikannya pada lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Namun saat terbayang apa yang telah dialami Ayyash, dan senyum yang pertama kali dilihatnya begitu cerah. Batin Ayesha urung. Biarlah?.nanti-nanti saja, atau tidak sama sekali, pikirnya. Ia tak mau ada yang merisaukan hati lelaki itu, terlebih karena waktu yang mereka miliki tak banyak. Bahkan sebentar sekali.<br />
Dua hari lalu, Ayyash sendiri yang menyampaikan kebenaran berita itu, niatan lelaki berusia dua puluh tujuh tahun, yang sudah selama dua pekan ini dibicarakan orang dari mulut ke mulut.<br />
&#8220;Ayyash mencari istri..!&#8221;<br />
&#8220;Ia akan menikah secepatnya, akhirnya.&#8221;<br />
&#8220;Tapi siapa yang akan menerima pernikahan berusia sehari semalam..?&#8221;<br />
Percakapan gadis-gadis di lingkungan mereka. Awalnya Ayesha tak mengerti.<br />
&#8220;Kenapa sehari semalam..?&#8221; tanyanya pada ammahnya.<br />
&#8220;Sebab lelaki itu sudah menentukan hari kematiannya, Ayesha, Kini tinggal sepekan lagi. Waktunya hampir habis.&#8221;<br />
Ayesha ingat ia menggigit bibir menahan sesak yang tiba-tiba melanda. Ayyash pasti sudah menyanggup melakukan aksi bom bunuh diri, seperti dua saudaranya dahulu. Cuma itu alasan bisa diterima, kenapa pejuang yang selama ini terkesan tak peduli dan tak pernah memikirkan untuk menikah, karena mobolitasnya yang tinggi, tiba-tiba seolah tak sabar untuk segera menikah.<br />
&#8220;Saya ingin menghadap Allah, yang telah memberi begitu banyak kemuliaan pada diri dan keluarga saya, dalam keadaaan sudah menyempurnakan separuh agama.&#8221; Kalimat panjang lelaki itu, wajahnya yang menunduk, dan rahangnya yang terkatup rapat. Menunggu jawaban darinya. Ayesha merekam semua tu dalam ingatannya. Dua hari lalu, saat khitbah dilangsungkan.<br />
&#8220;Ya?&#8221; jawabnya memecah kesunyian. Ammah serta merta memeluknya dengan wajah berurai air mata. Bahagia bercampur kesedihan atas keputusan Ayesha. Membayangkan keponakannya yang selalu dibanggakan karena semagatnya yang tak pernah turun, akan menjalani pernikahan. Yang malangnya, bahkan lebih pendek dari umur jagung.<br />
Berganti-ganti Ayesha melihat wajah ammah yang basah air mata, lalu senyum dari bibir Ayyash yang tak henti melantunkan hamdalah. Di depan Ayesha, Ayyash tampak begitu bahagia, karena tiga hari, sebelum tugas itu dilaksanakan, ia berhasil menemukan pengantinnya. Seorang bidadari dalam perjuangan yang ia hormati, dan kagumi mental maupun fisiknya. Ya?Ayesha. Mereka masih bertatapan. Saling menyunggingkan senyum. Ayesha yang wajahnya masih sering bersemu dadu, tampak sangat cantik dimata Ayyash. Pengantinnya?, bidadarinya?.kata-kata itu diulangnya berkali-kali dalam hati. Namun betapapun cantiknya Ayesha, Ayyash tak hendak melanggar janji yang ditekadkan jauh dalam sanubarinya.<br />
&#8220;Ayesha?..saya tak menginginkanmu, bukan karena saya tak menghormatimu.&#8221; Senyum Ayesha surut. Matanya yang gemintang menatap Ayyash tak berkedip, menunggu kelanjutan kalimat lelaki itu. Ini malam pertama mereka, dan setelah ini, tak akan ada malam-malam lain. Besok selepas waktu dhuha, lelaki itu akan menemukan penggal akhir hidupnya, menemui kekasih sejati. Allah Rabbul Izzati.<br />
Tak layakkah Ayesha memberikan yang terbaik baginya? Bagi ia yang akan menjelang syahid?<br />
Pendar dimata Ayesha luruh. Ayyash mendongakkan dagunya, tangannya yang lain menggenggam jari-jari panjang Ayesha, seakan mengerti isi hati istrinya.<br />
&#8220;Saya mencintaimu, Ayesha. Dan saya meridhai semua yang telah dan akan Ayesha lakukan, selama kebersamaan ini dan setelah saya pergi. Saya percaya dan berdoa, Allah akan memberimu seorang suami yang lebih baik, selepas kepergian saya.&#8221;<br />
Ayesha tersenyum. Menyembunyikan hatinya yang masih gemuruh. Seandainya ia bisa menceritakannya pada Ayyash. Tapi ia tak sanggup.<br />
&#8220;Tak apa. Aya mengerti.&#8221; Cuma itu yang bisa dikatakannya pada Ayyash.<br />
Suasana sekitar hening. Langit tanpa bulan tak mempengaruhi kebahagiaan di hati Ayyash. Bulan, baginya, malam ini telah menjelma pada kerelaan dan keikhlasan istrinya.<br />
&#8220;Saya ingin, Ayesha bisa mendapatkan yang terbaik.&#8221; Lelaki itu melanjutkan kalimatnya. &#8220;Dan karenanya saya merasa wajib menjaga kehormatanmu. Kita bicara<br />
saja, ya..? Ceritakan sesuatu yang saya tak tahu, Ayesha.&#8221;<br />
Ayesha menatap mata Ayyash, lagi. Disana ia bisa melihat kegarangan dan keteduhan melebur satu. Sambil ia berpikir keras, apa yang bisa diceritakannya pada lelaki itu? Tak lama dari bibir wanita itu meluncur cerita-cerita lucu tentang masa kecil mereka. Canda teman-teman mainnya, dan kegugupannya saat pertama berhadapan dengan Ayyash. Juga jari-jari tangannya yang berkeringat saat ia mencium tangan tangan Ayyash pertama kali. Betapa ia hampir terjatuh karena keram, akibat duduk terlalu lama, ketika mencoba bangun menyambut orang-orang yang datang menyalami mereka tadi pagi. Diantara senyum dan derai tawa suaminya, Ayesha masih berpikir tentang lelaki yang duduk dihadapannya. Sungguh ia ingin membahagiakan Ayyash, dengan cara apapun. Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ayyash, membuat Ayesha tak habis berpikir. Kenapa kebahagiaan orang lain, bisa begitu membuatnya bahagia?<br />
Tapi, inilah kebahagiaan itu, bisiknya sesaat setelah mereka menyelesaikan sholat malam dan tilawah bersama. Kali pertama dan terakhir, Kebahagiaan bukan pada umumnya, tapi pada esensi kata bahagia. Dan Ayesha belum pernah sebahagia itu sebelumnya.<br />
Mereka masih belum bosan menatap satu sama lain, dan berpegangan tangan. Saat ia merebahkan diri di dada Ayyash setelah sholat Shubuh, lelaki itu tak menolak.<br />
&#8220;Biarkan saya berbakti padamu Ayyash.&#8221; Ia ingat Ayyash menundukkan wajah dalam, seperti berpikir keras, sebelum kemudian mengangguk dan menerimanya.<br />
Beberapa jam lagi, Ayesha menghitung dalam hati. Kedua matanya memandangi wajah Ayyash yang pulas didepannya. Tinggal beberapa jam lagi?, dan mereka akan<br />
tinggal kenangan. Dirinya dalam kenangan Ayyash, Ayyash dalam kenangan orang-orang sekitarnya.<br />
Ketika fajar mulai menampakkan diri, Ayesha yang telah rapi, kembali menatap wajah Ayyash yang tertidur pulas, mencium kening dan tangan lelaki itu, sebelum meninggalkan rumah dengan langkah pelan.</p>
<p>Ia terbangun oleh gedoran di pintu. Pukul setengah tujuh pagi. Kerumunan didepan rumahnya.<br />
Pagi pertama pernikahan mereka, Ada apa?<br />
&#8220;Ayyash?..istrimu. Ayesha?&#8221;<br />
Ada titik air meruah di wajah ammah Ayesha. Lalu suara-suara gamang yang berdengung. Aling meningkahi, semua seperti tak sabar menyampaikan berita itu padanya.<br />
&#8220;Setengah jam lalu, Ayyash. Ledakan??Ayesha yang melakukannya?.&#8221;<br />
&#8220;Gudang peluru itu. Bunyi??bagaimana kau bisa tak mendengar..??&#8221;<br />
Ayyash merasa tubuhnya mengejang. Istrinya?..Ayesha mendahuluinya..? Kepalan tangannya mengeras. Mengenang semua keceriaan dan kejenakaan, serta upaya Ayesha membahagiakannya semalam. Jadi?..masya Allah..! ! Istrinya kini?.benar-benar bidadari?.<br />
Pikiran itu menghapuskan rasa pedih yang sesaat tadi mencoba menguasai hatinya. Meski senyum kehilangan belum lepas dari wajah lelaki itu, sewaktu ia undur diri, dari kerumunan didepan rumah. Keramaian yang sama masih menantinya dengan sabar, ketika tak lama kemudian lelaki itu berkemas, lalu dengan ketenangan yang tak terusik, melangkahkan kakinya meninggalkan rumah.<br />
Waktunya tinggal sebentar. Tentara Israel pasti akan melakukan patroli kemari, sesegera mungkin, setelah apa yang dilakukan Ayesha. Ia harus segera pergi. Ayyash mempercepat langkahnya. Teman-temannya sudah menunggu dalam Jip terbuka yang membawa mereka berempat.<br />
Sepanjang jalan, tak ada kata-kata. Semua melarutkan diri dalam dzikir dan memutihkan niatan. Operasi hari ini rencananya akan menghancurkan salah satu pusat militer Israel di daerah perbatasan. Memimpin paling depan, langkah Ayyash sedikitpun tak digelayuti keraguan, saat diam-diam mereka menyusup. Allah memberinya bidadari, dan tak lama lagi, ia akan menyusulnya.<br />
Pikiran bahagianya bicara. Ayyash tersenyum, mengaktifkan alat peledak yang melilit badannya. Ini?., untuk perjuangan??.<br />
Dan bumi yang terharu atas perjuangan anak-anaknya, pun meneteskan air mata. Hujan pertama pagi itu, untuk Ayyash dan Ayesha.</p>
<p>copas dari:  Catatan Facebook Revolter Jalanan: MEMINANG BIDADARI</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangkompor.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangkompor.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangkompor.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangkompor.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tukangkompor.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tukangkompor.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tukangkompor.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tukangkompor.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangkompor.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangkompor.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangkompor.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangkompor.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangkompor.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangkompor.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=14&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/20/kcb-ketika-cinta-berjihad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc7466ea6f3caee00f9a2680a69456de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukang kompor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/syahid1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Syahid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Pengelolaan Barang Tambang Dalam Sistem Ekonomi Islam</title>
		<link>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/19/konsep-pengelolaan-barang-tambang-dalam-sistem-ekonomi-islam/</link>
		<comments>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/19/konsep-pengelolaan-barang-tambang-dalam-sistem-ekonomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 02:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tukang Kompor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik Kompor]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[tambang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkompor.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Barang tambang yang jumlahnya banyak dan (depositnya) tidak terbatas, tergolong pemilikan umum bagi seluruh kaum Muslim, sehingga tidak boleh dimiliki oleh seseorang atau beberapa orang. Tidak boleh diberikan kepada seseorang ataupun beberapa orang tertentu. Demikian juga tidak boleh memberikan keistimewaan kepada seseorang atau lembaga tertentu untuk mengeksploitasinya, tetapi wajib membiarkannya sebagai milik umum bagi seluruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=8&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><a href="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/tambang-minyak1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-10" title="tambang.minyak" src="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/tambang-minyak1.jpg?w=450&#038;h=450" alt="" width="450" height="450" /></a>Barang tambang yang jumlahnya banyak dan (depositnya) tidak terbatas, tergolong pemilikan umum bagi seluruh kaum Muslim, sehingga tidak boleh dimiliki oleh seseorang atau beberapa orang. Tidak boleh diberikan kepada seseorang ataupun beberapa orang tertentu. Demikian juga tidak boleh memberikan keistimewaan kepada seseorang atau lembaga tertentu untuk mengeksploitasinya, tetapi wajib membiarkannya sebagai milik umum bagi seluruh kaum Muslim, dan mereka berserikat atas harta tersebut. Negaralah yang wajib menggalinya, memisahkannya dari benda-benda lain, meleburnya, menjualnya atas nama mereka (kaum Muslim), dan menyimpan hasil penjualannya di baitul mal kaum Muslim. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara barang tambang terbuka (terdapat di permukaan bumi), yang eksploitasinya tidak memerlukan usaha yang berat, dengan barang tambang yang terdapat di dalam perut bumi, yang eksploitasinya memerlukan usaha yang berat. Begitu juga, apakah berbentuk padat, cair, atau gas.<span id="more-8"></span></p>
<p>Dalil yang dijadikan dasar untuk barang tambang yang (depositnya) berjumlah banyak dan tidak terbatas sebagai bagian dari pemilikan umum, adalah hadits yang diriwayatkan dari Abidh bin Hamal al-Mazaniy:<br />
<em>Sesungguhnya dia bermaksud meminta (tambang) garam kepada Rasulullah. Maka beliau memberikannya. Tatkala beliau memberikannya, berkata salah seorang laki-laki yang ada di dalam majlis. ‘Apakah engkau mengetahui apa yang telah engkau berikan kepadanya? Sesungguhnya apa yang telah engkau berikan itu laksana (memberikan) air yang mengalir’. Akhirnya beliau bersabda: ’(Kalau begitu) tarik kembali darinya’.</em></p>
<p>Tindakan Rasulullah SAW yang meminta kembali (tambang) garam yang telah diberikan kepada Abidh bin Hamal dilakukan setelah mengetahui bahwa (tambang) garam tersebut jumlah (deposit)-nya sangat banyak dan tidak terbatas. Ini merupakan dalil larangan atas individu untuk memilikinya, karena hal itu merupakan milik seluruh kaum Muslim. Larangan tersebut tidak terbatas pada (tambang) garam saja, cakupannya umum, yaitu meliputi setiap barang tambang apapun jenisnya, asalkan memenuhi syarat bahwa barang tambang tersebut jumlah (deposit)-nya laksana air yang mengalir, yakni tidak terbatas.</p>
<p>Karena barang tambang yang jumlahnya tak terbatas merupakan milik umum seluruh rakyat, maka negara tidak boleh memberikan izin kepada perorangan atau perusahaan untuk memilikinya. Demikian juga Negara tidak boleh mengizinkan perorangan atau perusahaan melakukan eksploitasi untuk menghidupi mereka. Negara dalam hal ini wajib melakukan eksploitasi barang tambang (sumber alam) tersebut mewakili kaum Muslim. Kemudian hasilnya digunakan untuk memelihara urusan-urusan mereka. Jadi, apapun yang dikeluarkan dari barang tambang ditetapkan sebagai milik umum seluruh kaum Muslim.</p>
<p>Eksploitasi barang-barang tambang, terutama yang berada di dalam perut bumi –baik berbentuk cair maupun padat- memerlukan peralatan dan (proses) industri. Negara wajib mengeluarkannya untuk memenuhi kebutuhan kaum Muslim, karena tergolong harta milik umum. Eksploitasinya dapat saja langsung dilakukan negara dengan menggunakan peralatan dan industri yang dimilikinya atau (yang berasal) dari pemilikan umum lainnya. Bisa juga dilimpahkan kepada seseorang (swasta), yang menerima upah dari Negara atas usaha atau jasanya itu, atau karena menggunakan (menyewa) peralatan milik mereka.</p>
<p>Perlu diperhatikan bahwa pemilikan seseorang atas alat-alat dan industri ini bukan berarti boleh melakukan eksploitasi barang tambang yang jumlahnya banyak untuk kepentingan mereka sendiri. Hal ini karena barang tambang itu merupakan milik seluruh kaum Muslim, sehingga tidak boleh seorang pun dari mereka memilikinya. Namun demikian, Negara boleh menyewa (membayar upah yang wajar dan terbatas) terhadap mereka untuk mengeksploitasi barang-brang tambang tersebut. Apa yang dihasilkannya menjadi milik umum atas seluruh kaum Muslim. Hasil pendapatannya ditempatkan di Baitul Mal pada pos bagian pemilikan umum.<br />
Khalifah adalah pihak yang memiliki wewenang dalam hal pendistribusian hasil dan pendapatannya sesuai dengan ijtihadnya, yang dijamin hokum-hukum syara’, dalam rangka mewujudkan kemaslahatan kaum Muslim.</p>
<p>Dimungkinkan untuk melakukan pembagian hasil barang tambang dan pendapatan milik umum dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Dibelanjakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan pemilikan umum, yaitu untuk: (a) Seksi pemilikan umum, bangunannya, kantor-kantornya, catatan-catatannya, system pengawasannya dan pegawainya. (b) Para peneliti, para penasihat, para teknisi, dan para pegawainya. (c) Membeli berbagai peralatan dan (mebangun) industri. (d) Pembangkit listrik, stasiun-stasiunnya, tiang-tiang penyangga dan kawat-kawatnya. (e) Untuk membeli kereta api dan trem listrik.</li>
<li>Dibagikan kpeda individu-individu rakyat, yang memang merupakan pemilik harta umum beserta pendapatannya. Khalifah tidak terikat oleh aturan tertentu dalam pendistribusian ini. Khalifah berhak membagikan harta milik umum secara gratis. Boleh juga Khalifah menjual harta milik umum ini kepada rakyat dengan harga yang semurah-murahnya. Khalifah juga boleh membagikan uang hasil keuntungan harta milik umum kepada rakyat. Semua tindakan tadi dipilihnya dalam rangka mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh rakyat.</li>
<li>Dialokasikan pada anggaran belanja negara, pada saat dibutuhkan, setelah meluasnya tanggung jawab dan bertambahnya perkara-perkara yang harus disubsidi.</li>
</ol>
<p>Semua mekanisme ini tidak akan bisa berjalan tanpa adanya sebuah institusi politik –<em>compatible</em>&#8211; yang memberlakukannya yaitu<strong> Khilafah Islamiyyah</strong>.</p>
<p>Walhasil, saatnyalah kita kembali pada Islam. Saatnyalah kita menegakkan Khilafah Islamiyyah dan mengangkat seorang Khalifah yang amanah, yang akan menerapkan syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan. [artikel/syabab.com]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangkompor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangkompor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangkompor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangkompor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tukangkompor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tukangkompor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tukangkompor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tukangkompor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangkompor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangkompor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangkompor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangkompor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangkompor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangkompor.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=8&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/19/konsep-pengelolaan-barang-tambang-dalam-sistem-ekonomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc7466ea6f3caee00f9a2680a69456de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukang kompor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/tambang-minyak1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tambang.minyak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MARI KITA WUJUDKAN WAHAI PEMUDA&#8230;&#8230;..!!!!!</title>
		<link>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/15/mari-kita-wujudkan-wahai-pemuda/</link>
		<comments>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/15/mari-kita-wujudkan-wahai-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 00:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tukang Kompor</dc:creator>
				<category><![CDATA[GAMBAR KOMPOR]]></category>
		<category><![CDATA[ideal]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>
		<category><![CDATA[ummat]]></category>
		<category><![CDATA[yang satu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkompor.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[SEMANGAT&#8230;SEMANGAT&#8230;&#8230;.!!!! Allohu Akbar&#8230;&#8230;!!! SUKSESI DAMAI MENUJU KEKUASAAN ISLAM Ketika dihadapkan pada sebuah pertanyaan; bagaimana suksesi kekuasaan dalam pemerintahan demokrasi terjadi secara legal dan bagaimana cara meraih tampuk kekuasaan dalam sistem demokrasi?; barangkali banyak orang bisa menjawabnya. Dan jawaban mereka selalu; suksesi kekuasaan terjadi melalui mekanisme pemilihan umum, dan jika seseorang ingin meraih kekuasaan, maka ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=4&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEMANGAT&#8230;SEMANGAT&#8230;&#8230;.!!!!</p>
<p>Allohu Akbar&#8230;&#8230;!!!</p>
<p><a href="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/1-khilafah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5" title="1 khilafah" src="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/1-khilafah.jpg?w=450&#038;h=594" alt="" width="450" height="594" /></a></p>
<h2>SUKSESI DAMAI MENUJU KEKUASAAN ISLAM</h2>
<p>Ketika dihadapkan pada sebuah pertanyaan; bagaimana suksesi kekuasaan dalam pemerintahan demokrasi terjadi secara legal dan bagaimana cara meraih tampuk kekuasaan dalam sistem demokrasi?; barangkali banyak orang bisa menjawabnya. Dan jawaban mereka selalu; suksesi kekuasaan terjadi melalui mekanisme pemilihan umum, dan jika seseorang ingin meraih kekuasaan, maka ia harus menerjunkan diri dalam pemilu legislatif dan eksekutif (pilpres). Artinya, secara legal formal, suksesi kekuasaan harus terjadi melalui saluran pemilu dan parlemen. Atas dasar itu, siapa saja yang ingin meraih kekuasaan (baik eksekutif dan legislatif), maka ia harus masuk dalam mekanisme pemilu dan parlemen.</p>
<p>Namun, ketika seseorang ditanya; bagaimana suksesi kekuasaan terjadi dalam Islam dan bagaimana mekanisme meraih tampuk kekuasaan menurut Islam; banyak orang yang tidak bisa menjawabnya dengan jawaban yang benar. Bahkan, mereka menyatakan bahwa kekuasaan Islam tidak mungkin bisa tegak, jika kaum Muslim tidak mengikuti mekanisme suksesi kekuasaan ala sistem demokrasi. Mereka bersikukuh dengan sebuah pendapat bahwa untuk menegakkan kekuasaan Islam, kaum Muslim harus berjuang melalui saluran-saluran suksesi yang sah dan demokratis, yakni terjun dalam pemilu dan parlemen; serta musyarakah dengan pemerintahan kufur. Sedangkan perjuangan di luar parlemen dan musyarakah, dianggap sebagai jalan ilegal, bahkan selalu diopinikan berdarah-darah, seram, dan menakutkan.</p>
<p>Lantas, bagaimana cara menegakkan kekuasaan Islam dalam sebuah masyarakat dan negara yang menerapkan demokrasi? Apakah perjuangan menegakkan kekuasaan Islam harus ditempuh melalui saluran demokrasi (pemilu dan parlemen)?</p>
<p>Filosofi Mengambil Alih Kepemimpinan Umat</p>
<p>Penerapan syari’at Islam secara sempurna dan menyeluruh hanya akan terwujud jika partai politik berhasil mendapatkan pelimpahan kekuasaan dari rakyat. Ini bisa dimengerti karena, kekuasaan merupakan syarat mutlak untuk menerapkan syari’ah Islam. Selain itu, kekuasaan juga dibutuhkan untuk membentuk sebuah pemerintahan Islam yang akan mengatur seluruh urusan rakyat dengan syari’at Islam. Tanpa kekuasaan, penerapan syari’at Islam dalam kehidupan negara dan masyarakat adalah kemustahilan. Atas dasar itu, kekuasaan merupakan prasyarat menuju terbentuknya pemerintahan dan penerapan syari’at Islam.</p>
<p>Atas dasar itu, seluruh partai politik Islam harus memfokuskan dirinya untuk meraih kekuasaan dari tangan rakyat. Sebab, kekuasaan adalah milik rakyat. Rakyat akan menyerahkan kekuasaannya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Ketika rakyat telah menyerahkan kekuasaannya kepada sebuah partai politik, maka partai politik tersebut telah berhasil memiliki kekuasaan (wewenang) untuk mengatur urusan rakyat. Pada saat yang sama, partai politik tersebut akan didukung oleh rakyat dalam mengimplementasikan pemikiran-pemikiran dan gagasan-gagasannya.</p>
<p>Sebuah partai politik akan mendapatkan dukungan dari rakyat ketika pemikiran-pemikiran, standarisasi-standarisasi,</p>
<div>dan tata nilai partai politik telah dimengerti dan disetujui oleh rakyat. Ketika pemikiran, standarisasi, dan tata nilai yang diemban oleh partai politik sejalan dengan pemikiran, standarisasi, dan tata nilai rakyat maka, partai politik pasti akan mendapatkan dukungan dari rakyat. Pada saat partai politik mendapatkan dukungan rakyat, tentu saja ia akan mendapatkan limpahan kekuasaan dari rakyat. Dalam kondisi semacam ini, partai politik dianggap telah berhasil meraih kekuasaan dari rakyat.</p>
<p>Sebuah negara baru akan lahir jika masyarakat telah mengadopsi pemahaman, standarisasi, dan tata nilai baru. Sebab, tiga hal inilah yang akan melahirkan trust (kepercayaan). Sedangkan kepercayaan (trust) adalah dasar terbentuknya sebuah kekuasaan (negara). Jika kepercayaan kepada pemahaman, standarisasi dan tata nilai baru tumbuh di tengah-tengah masyarakat, maka rakyat pasti akan memberikan kekuasaan kepada pihak yang membawa pemikiran, standarisasi, dan tata nilai tersebut.</p>
<p>Atas dasar itu, jika kita hendak membangun pemerintahan Islam langkah pertama adalah dengan jalan merebut kepercayaan umat. Kepercayaan umat akan didapatkan ketika pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam telah menyatu pada rakyat. Dengan demikian meraih kekuasaan dari tangan umat harus dimulai dengan cara menanamkan pemahaman, standarisasi, dan nilai-nilai Islam di tengah-tengah masyarakat, hingga pemikiran dan perasaan mereka menyatu dengan partai.</p>
<p>Sayangnya, pemahaman mayoritas rakyat Islam tentang syari’at Islam sangatlah minim. Bahkan, mereka hampir-hampir tidak lagi mengenal Islam, kecuali sekedar dari simbol-simbol dan praktek-praktek ritualnya. Dalam kondisi seperti ini, perjuangan partai politik Islam untuk menyakinkan rakyat agar mereka mau menyerahkan kekuasaannya kepada partai politik Islam menjadi sangat berat. Sebab, rakyat belum menyatu dengan pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam. Padahal tiga hal ini merupakan dasar bagi terbentuknya sebuah kepercayaan. Sedangkan kepercayaan umat merupakan pintu gerbang untuk mendapatkan sebuah kekuasaan.</p>
<p>Atas dasar itu, tugas utama partai politik Islam adalah menyadarkan umat dengan syari’at Islam. Selain melakukan propaganda-propaganda tentang Islam, partai politik harus melibatkan diri dalam proses penyadaran umat terhadap pemahaman, standarisasi dan tata nilai Islam. Sebab, hanya dengan cara inilah umat akan percaya kepada partai politik Islam dan kekuasaan bisa diraih.</p>
<p>Diagram di bawah ini adalah gambaran bagaimana struktur kekuasaan (negara) terbentuk, dasar pembentuk kekuasaan, dan posisi partai politik Islam dalam mengambilalih kekuasaan.<br />
Struktur Dan Pengambilalihan Kekuasaan (Lihat gambar dibawah Catatan ini)</p>
<p>Kekuasaan (negara) terbentuk dari trust (kepercayaan/social contract). Sedangkan trust terbentuk dari pemahaman, standarisasi, dan tata nilai. Perubahan kekuasaan ditentukan oleh perubahan pemahaman, standarisasi, dan tata nilai. Jika pemahaman, standarisasi, dan tata nilai kufur sudah berganti menjadi menjadi islamiy, maka kekuasaan (negara) akan berubah.</p>
<p>Atas dasar itu, perubahan kekuasaan di manapun harus dimulai dengan cara mengubah pemahaman, standarisasi, dan tata nilai yang ada di tengah-tengah masyarakat. Bila semesta pembicaraan adalah perubahan masyarakat tidak Islam menjadi masyarakat Islam, maka menanamkan pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam merupakan sebuah kemestian.</p>
<p>Untuk itu, konsens partai politik Islam harusnya diarahkan untuk membentuk pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam. Sebab, dengan cara inilah trust sekuleristik bisa dihancurkan. Ketika trust telah hancur, maka rakyat akan menyerahkan trust-nya kepada partai politik Islam; dan pada saat itu muncullah kekuasaan Islam. Akan tetapi, selama proses edukasi umat dengan pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam tidak dijalankan, sangatlah sulit mendapatkan kepercayaan (trust) dari rakyat.</p>
<p>Inilah dasar-dasar peralihan sebuah kekuasaan atau negara. Fakta perubahan kekuasaan semacam ini merupakan hasil kajian terhadap fakta dan sebab-sebab perubahan sebuah kekuasaan (negara) di manapun adanya.</p>
<p>Manhaj Rasulullah Dalam Meraih Kekuasaan</p>
<p>Meraih kekuasaan dari tangan umat adalah thariqah untuk menerapkan syari’ah Islam. Akan tetapi, cara untuk meraih kekuasaan dari tangan umat harus dilakukan sesuai dengan manhaj (metode) yang telah digariskan oleh Rasulullah Saw.</p>
<p>Di bawah ini adalah prinsip-prinsip dakwah Rasulullah Saw untuk mengubah masyarakat kufur menjadi masyarakat Islamiy.</p>
<p>Perjuangan harus dilakukan secara kolektif (amal jama’i) bukan individual. Perjuangan semacam ini bisa dituangkan dengan cara membentuk harakah, partai, maupun jama’ah yang bersendikan ‘aqidah Islam.</p>
<p>Ini didasarkan pada fakta sejarah perjuangan Rasulullah Saw dan para shahabat. Beliau Saw dan para shahabat merupakan gambaran factual sebuah perjuangan kolektif.</p>
<p>Rasulullah Saw berkedudukan sebagai pemimpin bagi kutlah (kelompok) shahabat yang memimpin para shahabat untuk meruntuhkan rejim kufur saat itu.[1]</p>
<p>Di sisi lain, perjuangan menegakkan kembali sistem Islam tidak mungkin dipikul oleh perjuangan individual, akan tetapi mutlak memerlukan sebuah perjuangan kolektif. Berdasarkan kaedah ushul fiqh, mâ lâ yatimmu al-wâjib illa bihi fahuwa wâjib (suatu kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengan adanya sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya).</p>
<p>Menegakkan sistem Islam adalah kewajiban yang tidak mungkin dipikul oleh gerakan individual, akan tetapi harus diemban oleh sebuah kelompok. Walhasil, adanya kelompok merupakan keniscayaan bagi berhasilnya perjuangan menegakkan sistem Islam.</p>
<p>Kelompok tersebut melakukan pembinaan (halaqah) anggota-anggotanya dengan tsaqafah Islam, selanjutnya melakukan interaksi dengan masyarakat. Ini ditujukan agar anggota kelompok tersebut memahami visi dan misi perjuangan, dan agar mereka melebur dengan ‘aqidah dan tsaqafah Islam. Namun, kelompok tidak hanya melakukan pembinaan untuk anggota-anggotanya saja, akan tetapi ia harus membina umat agar umat memahami Islam dan mau mendukung perjuangan untuk melangsungkan kembali kehidupan Islam.</p>
<p>Dengan kata lain, partai Islam harus berjuang sejalan dengan manhaj dakwah Rasulullah Saw, yang dimulai dari (1) fase pembinaan, (2) fase berinteraksi dengan masyarakat, (3) fase mengambil alih kekuasaan melalui umat.</p>
<p>Rasulullah Saw membina para shahabat di rumah Arqam. Beliau juga melakukan halaqah di tempat-tempat yang telah ditentukan. Pembinaan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw ditujukan untuk membentuk kepribadian Islam pada diri shahabat. Tidak hanya itu, pembinaan yang dilakukan oleh beliau Saw juga ditujukan agar para shahabat mampu mendakwahkan Islam kepada masyarakatnya.</p>
<p>Beliau dan para shabahat tidak henti-hentinya menyerang kebusukan ‘aqidah-‘aqidah dan pranata jahiliyyah yang ada di tengah-tengah masyarakat. Beliau dan para shahabat sering menyinggahi pasar-pasar, baitullah, dan tempat-tempat yang sering dituju oleh masyarakat.</p>
<p>Partai politik Islam harus mempersiapkan pemikiran dan metode untuk menerapkan pemikiran tersebut kepada masyarakat sedetail dan serinci mungkin. Kelompok Islam tidak boleh hanya berbekal semangat belaka untuk melakukan perubahan di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Kelompok Islam harus bisa menggambarkan secara detail dan rinci bagaimana sistem pemerintahan, peradilan, politik luar negeri dan dalam negeri, sistem ekonomi, sistem hubungan social Islamiy dan lain-lain. Bahkan ia harus sudah mempersiapkan konstitusi Islam yang menggambarkan sistem Islam secara utuh.</p>
<p>Partai atau kelompok tersebut hanya mendakwahkan pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum yang lahir dari ‘aqidah dan hukum Islam. Partai tidak akan menerima pemikiran-pemikiran yang sudah disusupi oleh ideologi-ideologi, pranata, maupun tata nilai yang bertentangan dengan Islam. Partai politik Islam juga tidak boleh tunduk dengan syarat-syarat yang tidak Islam; misalnya syarat bahwa partai harus mengakui paham-paham kufur, atau tidak boleh mengubah sistem yang ada dengan sistem Islam.</p>
<p>Al-Qur’an telah menyatakan dengan sangat jelas:</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (Qs. al-Baqarah [2]: 208).</p>
<p>Dalam menafsirkan ayat ini Imam Abu al-Fida’ Isma’il Ibn Katsir menyatakan, “Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin dan mempercayai RasulNya, untuk mengambil seluruh ikatan dan syari’at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya serta meninggalkan seluruh laranganNya, selagi mereka mampu.”[2]</p>
<p>Sedangkan Imam ‘Abdullah bin Ahmad bin Mahmud an-Nasafi dalam kitabnya Madarik at-Tanziil wa Haqâiq at-Ta’wil, menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah berserah diri dan ta’at (al-istislaam wa al-tha’ah), yakni berserah diri kepadaNya dan ta’at kepada Allah atau Islam[3].</p>
<p>Diriwayatkan dari Ikrimah, firman Allah di atas diturunkan pada kasus Tsa’labah, ‘Abdullah bin Salam, dan beberapa orang Yahudi yang lain. Mereka mengajukan konsensi kepada nabi untuk diijinkan memuliakan hari Sabtu sebagai hari besar orang Yahudi (hari Sabath). Kemudian dijawab oleh Allah dengan ayat di atas.[4] Selanjutnya Imam ath-Thabari menyatakan bahwa ta’wil ayat di atas adalah seruan kepada orang-orang Mu’min untuk menolak semua perkara yang tidak lahir dari hukum Islam. Ayat ini juga memerintahkan kaum Muslim agar melaksanakan semua syari’at Islam dan melarang kaum Muslim untuk melenyapkan hukum-hukum Islam meskipun sebagian hukum saja.[5]</p>
<p>Inilah prinsip-prinsip dasar dalam memperjuangkan penerapan Islam di tengah-tengah kehidupan. Masalah ini harus dijadikan fokus perhatian oleh setiap gerakan Islam yang ingin berdakwah sesuai dengan manhaj dakwah Rasulullah Saw. Sungguh, apabila partai politik-partai politik Islam memperjuangkan Islam sesuai dengan manhaj dakwah Rasulullah Saw, tentu mereka akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Sebaliknya, jika mereka tidak berjuang sejalan dengan manhaj dakwah Rasulullah Saw, mereka akan menuai kegagalan.</p>
<p>Dari seluruh penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa pemilu dan parlemen sekarang ini bukan jalan syar’i untuk memperjuangkan penerapan syari’at Islam. Akan tetapi, jalan syar’i untuk melakukan perubahan masyarakat adalah manhaj dakwah Rasulullah Saw. Wallahu al-Hadiy al-Muwaffiq ila Aqwam al-Thariq. (Syamsuddin Ramadhan An Nawiy –Lajnah Tsaqafiyyah HTI).</p>
<p>[1] Lihat Ibn Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyyah. Bandingkan pula dengan Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, ad-Daulah al-Islamiyyah, hal. 13-14.</p>
<p>[2] Imam Ibn Katsir, Tafsîr al-Qur’an al-‘Azhim, jld. I, hal. 247.</p>
<p>[3] Imam An Nasafiy, Madaarik al-Tanziil wa Haqaaiq al-Ta`wiil,juz 1, hal. 105</p>
<p>[4] Imam ath-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Tafsîr al-Qur’an, jld. II, hal. 337.</p>
<p>[5] Ibid, hal. 337.</p>
</div>
<div><a href="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/4201_1013997408290_1775706240_23025_5336711_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-30" title="Bagan Penganbil alihan Kekuasaan" src="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/4201_1013997408290_1775706240_23025_5336711_n.jpg?w=357&#038;h=183" alt="" width="357" height="183" /></a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangkompor.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangkompor.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangkompor.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangkompor.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tukangkompor.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tukangkompor.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tukangkompor.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tukangkompor.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangkompor.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangkompor.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangkompor.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangkompor.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangkompor.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangkompor.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangkompor.wordpress.com&amp;blog=11438466&amp;post=4&amp;subd=tukangkompor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkompor.wordpress.com/2010/01/15/mari-kita-wujudkan-wahai-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc7466ea6f3caee00f9a2680a69456de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukang kompor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/1-khilafah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1 khilafah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangkompor.files.wordpress.com/2010/01/4201_1013997408290_1775706240_23025_5336711_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bagan Penganbil alihan Kekuasaan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
